Jenis Potongan Batu Permata

Posted by Unknown Minggu, 08 Maret 2015 0 komentar
Jenis Potongan Batu Permata - Batu permata mungkin pada awalnya tidak seindah yang kita lihat ketika masih berbentuk bahan batu. Setelah mengalami serangkaian proses pemotongan dan pemolesan, maka bahan batu tersebut akan berubah menjadi batu yang berharga dan bahkan sangat berharga hingga apabila dinominalkan bisa sampai jutaan atau ratusan juta mungkin miliaran harganya.

Batu permata yang telah jadi dan siap untuk dipakai dalam perhiasan, telah dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak lebih elegan saat digunakan. Terdapat berbagai macam bentuk batu permata, namun batu permata khususnya cincin biasanya memiliki bentuk potongan salah satu diantara bentuk berikut. 

Jenis potongan batu permata yang lazim dgunakan untuk cincin adalah sebagai berikut:
  1. Bentuk potongan berlian. Bentuk ini sangat cocok untuk digunakan untuk batu berwarna. Jenis potongan ini akan memaksimalkan refraksi cahaya ketika melalui batu sehingga cahaya akan terpantul secara maksimal. Potongan jenis ini berbentuk sedikit oval yang bertujuan untuk memkasimalkan berat karat batu.
  2. Bentuk potongan persegi. Jenis ini akan membentuk batu kearah persegi empat, dengan bagian datar di atas dan dan sedikit menyudut di bagian dasar batu.
  3. Bentuk potongan campuran. Hampir seperti potongan berlian, namun biasanya jenis potongan ini memiliki bentuk yang bervariasi. Salah satu bentuk favorit dari potongan ini adalah bentuk hati.
  4. Bentuk cabochon. Mungkin bentuk ini adalah bentuk yang paling banyak dijumpai. Batu dengan potongan ini memiliki permukaan yang halus di sisi atas maupun bawah. Bagian bawah biasanya lebih datar daripada permukann atasnya. Jenis potongan ini bisa berbentuk bulat maupun oval. Potongan ini sering digunakan untuk menampilkan efek mata kucing, atau kilau bintang. 
Jenis potongan tersebut tidak secara kebetulan dibuat. Potongan yang akan dipakai akan disesuaikan dengan jenis batu permata. hal ini dilakukan oleh para seniman batu permata semata-mata untuk memaksimalkan keindahan yang bisa dipancarkan oleh batu tersebut sehingga batu bisa mencapai harga juan yang tinggi. Demikian jenis potongan batu permata. Semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....

Tingkat Kejernihan Batu Permata

Posted by Unknown Kamis, 05 Maret 2015 0 komentar
Tingkat Kejernihan Batu Permata - Menentukan kualitas batu permata berdasarkan tingkat kejernihannya, lebih mudah dilakukan pada berlian. Untuk batu permata berwarna penilaian kualitas batu batu berdasar tingkat kejernihanya sedikit lebih rumit. Hal ini disebabkan pada batu permata berwarna, terkadang adanya inklusi yang terdapat di dalam batu justru sebagai indikator bahwa batu tersebut adalah batu yang asli. Sebagai contoh inklusi pada batu zamrud serta safir justru dicari karena menunjukkan keaslian batunya.

Walaupun begitu penentuan tingkat kejernihan batu permata khususnya batu berwarna tetap harus dilakukan meski memiliki variasi yang sangat beragam. GIA (Gemological Institute of America) mengklasifikasikan tingkat kejernihan batu permata menjadi 3 golongan yaitu:
  1. Tipe 1 yaitu batu permata yang terlihat jernih dan pada penglihatan dengan mata biasa sangat sulit atau hampir tidak mungkin ditemukan inklusi di dalamnya. Batuan yang termasuk ke dalam golongan ini diantaranya aquamarine, zircon biru, turmalin hijau, tanzanite, dan morganite.
  2. Tipe 2 yaitu batu tersebut masih terlihat jernih tetapi tidak sejernih tipe 1 karena terkadang masih dapat dilihat adanya inklusi di dalam batu tersebut. Batu permata tipe 2 ini diantaranya kecubung, ametrine, alexandrite, safir, ruby, zircon selain zircon biru, turmalin selain turmalin hijau serta garnet.
  3. tipe 3 yaitu jenis batu yang hampir dipenuhi dengan inklusi di dalamnya dan sangat jarang ditemukan batu tipe ini yang jernih. Tipe 3 ini termasuk didalamnya adalah batu zamrud, beryl merah serta turmalin semangka.
Mungkin ada cara lain untuk menentukan kejernihan batu permata berwarna, namun pada intinya dari semua metode yang digunakan tetap mengacu kepada sejauh mana kejernihan batu tersebut dan ada tidaknya inklusi yang dapat dilihat melalui penglihatan mata biasa atau dibantu dengan alat. 

Bagi anda para pecinta batu permata, pemahaman tentang kejernihan batu permata akan sangat diperlukan untuk meminimalkan kemungkinan adanya kekeliruan dalam menentukan jenis batu saat melakukan proses pembelian batu.

demikian sekilas tentang tingkat kejernihan batu permata. semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....

Mengenali Kejernihan Batu

Posted by Unknown Rabu, 04 Maret 2015 0 komentar
Mengenali Kejernihan Batu - Nilai keindahan dari suatu batu ditentukan dari berbagai macam aspek. Ada atau tidak adanya aspek tersebut dapat menjadi dasar bagus serta tidaknya sebuah batu. Namun aspek tersebut juga bervariasi dari jenis batu dengan jenis batu lainnya. 

Istilah kejernihan batu mengacu kepada ada atau tidaknya retakan, cacat di dalam batu dan noda-noda yang ada di permukaan batu. Retakan, cacat atau noda ini ada yang memang merupakan proses alami, sehingga adanya retakan, cacat internal batu atau noda di bagian luar batu merupakan nilai tambah tersendiri bagi batu tersebut. Namun bagi sebagian jenis batu lainnya, adanya retakan, cacat atau noda justru akan mengurangi nilai batu baik dari segi keindahan atau dari segi nilai ekonomisnya. 

Sebagai contoh pada batu rubi burma dan rubi afrika. Pada batu rubi burma terdapat ciri khas didalam batu tersebut adanya noda-noda yang tidak dimiliki oleh batu jenis rubi afrika. Begitu juga berlaku hal sebaliknya batu rubu afrika juga memiliki noda dalam batu yang khas dan tidak dimiliki batuan rubi burma. Dalam hal ini adanya noda tersebut justru menjadi ciri khas batu yang dapat membedakan batu tersebut asli atau tidak.

Adanya celah atau retakan pada batu juga mempengaruhi kualitas batu. Apabila retakan cukup besar dan dapat terlihat dengan kasat mata, tentu hal ini akan menurunkan kualitas batu. Retakan yang jelas tadi akan mempengaruhi pergerakan cahaya yang datang melewati batu sehingga pada jenis batu berwarna, keindahan batu menjadi pecah serta terlihat kurang sempurna. Namun apabila retakan tersebut hanya kecil dan tidak tampak dengan kasat mata, maka hal tersebut tidak begitu mengurangi nilai batu tersebut.

Oleh karena hal tersebut diatas, sebelum melakukan transaksi pembelian batu ada baiknya memahami betul ciri-ciri batu berdasar kejernihan batu, ada tidaknya cacat atau noda pada batu tersebut. Apakah merupakan proses alami atau memang karena kerusakan.

Demikian sekilas info tentang mengenali kejernihan batu. Semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....

Proses Pemotongan Batu Pemata

Posted by Unknown 0 komentar
Proses Pemotongan Batu Pemata - Pernahkah terfikir dalam benak anda bahwa batu permata yang terpasang dengan manis di jari-jari anda sesungguhnya telah melalui proses yang panjang? Sebelum batu permata itu menjadi batu yang indah dan tampak sangat berharga, batu tersebut berwujud sebagai bahan batu yang mungkin saja akan dianggap sebagai batu biasa karena memang belum tampak keindahannya.

Setelah bahan batu tersebut didapat dari alam, bahan tersebut akan melalui serangkaian proses pemotongan batu permata. Proses tersebut tidaklah mudah dan tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk melakukannya. Seniman yang terampil dalam proses ini kita sebut sebagai pengukir batu. Sebelum batu itu dipotong, batu tersebut akan diseleksi dan diamati dari sisi bentuk, jenis, warna, tingkat kekerasan serta jenis potoongan yang akan digunakan. Jangan sampai batu permata yang seharusnya menjadi batu yang sangat berharga justru menjadi batu biasa karena cara pemotongan yang keliru.

Proses selanjutnya setelah batu tersebut diseleksi adalah menentukan cara dan bentuk yang tepat serta ideal agar batu tersebut menjadi batu permata yang berharga. Bahan batu tersebut akan dipotong menggunakan gerinda batu, sehingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. disini sudah mulai tampak bayangan akan hasil batu yang dinginkan. Proses selanjutnya adalah menghaluskan batu yag masih kasar tadi dengan menggunakan gerinda yang sudah dilapisi dengan ampelas sehingga permukaan batu akan lebih teratur.

Proses terakhir sebelum batu selesai dikerjakan, adalah tahap pemolesan batu atau penghalusan batu tahap kedua. Setelah batu tersebut dihaluskan, batu tersebut masih memiliki permukaan yang kasar. Dalam proses pemolesan ini akan mengubah permukaan batu yang tadinya kasar menjadi mengkilap sehingga batu akan tampak berkilau dan terbebas dari goresan di permukaanya. Setelah serangkaian proses tadi selesai, maka bahan batu telah berubah menjadi batu permata dan siap untuk digunakan sebagai perhiasan. Proses pemotongan batu ini sangat tergantung kepada keahlian masing-masing pengukir bat. Pengukir batu yang berpengalaman dapat mengerjakan sampai enam batu dalam sehari. Bagi pengukir yang masih belajar, kadang-kadang satu orang hanya dapat mengerjakan sebagian proses dan sebagian lainnya hanya mdapat mengerjakan proses yang lainnya.

Demikian proses pemotongan batu permata. Semoga bermanfaat.



Baca Selengkapnya ....

Mengenali Istilah Karat Batu Permata

Posted by Unknown Senin, 02 Maret 2015 0 komentar
Mengenali Istilah Karat Batu Permata  - Tentu kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah karat. Begitu mendengar kata ini bayangan kita tentu saja akan langsung tertuju kepada sebuah perhiasan yang terbuat dari emas. Memang istilah karat sangat lekat terhadap emas karena kata ini melambangkan sebaik apa tingkat kemurnian dari emas tersebut. Akan tetapi tidak hanya emas saja, istilah karat juga sering digunakan dalam dunia batu permata. Setiap penjual batu mulia pasti akan menampilkan ukuran karat dari masing-masing batu yang dijualnya.Dan yang sedikit membingungkan, istilah karat untuk batu permata berbeda makna dengan istilah karat pada emas.

Kata karat berasal dari bahasa Yunani "kaerateeon" yang memiliki arti biji Carob. Pada masa itu biji carob digunakan untuk menghitung secara tepat berat emas maupun batu permata. Biji carob ini dipilih karena biji ini memiliki ukuran dan berat yang hampir sama pada setiap bijinya. Dari sini pula muncul istilah emas 24 karat, karena pada saat itu satu koin emas murni memiliki berat sebanding denagn 24 biji carob. Pada masa sekarang ini karat sudah memiliki arti berbeda, yaitu ukuran baku yang sejak tahun 1907 sudah disepakati dan didefinisikan sebagai berat 200 mg. Pada pengukuran berlian, satu karat dapat dibagi lagi menjadi 100 poin.

menurut klasifikasi karat, emas digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu 24 K yaitu emas murni, 18 K yaitu 75% murni, dan 12 K yaitu 50% murni. Hal ini kemudian dikonversikan kembali menjadi bagian perseribu, yaitu 22K setara dengan 916 artinya 91,6% murni. Sistem ini sebetulnya untuk memudahkan masyarakat untuk menilai secara cepat dan mudah tingkat kemurnian emas yang ditawarkan.

Dalam dunia batu mulia, karat tidak lagi melambangkan tingkat kemurnian batu. Hal ini dikarenakan setiap batu memiliki tingkat kepadatan serta berat jenis yang bervariasi. Tentu saja apabila karat menunjukkan tingkat kemurnian, maka akan sangat membingungkan. Karat untuk batu mulia lebih melambangkan kepada berat batu. Ada juga yang mengukur berat batu dalam kadar Rati. Sedangkan 1 rati setara dengan 182 mg. Berdasarkan hal ini akan menjadi maklum ketika kita membeli 2 jenis batu yang berbeda, dan ukuran karatnya sama, namun batu yang satu akan lebih besar dibanding dengan batu yang satunya. 

Demikian cara Mengenali istilah karat batu permata. Semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....

Tips Membeli Batu Mulia Berdasar Berat Karat dan Ukuran Batu

Posted by Unknown Minggu, 01 Maret 2015 0 komentar
Tips Membeli Batu Mulia Berdasar Berat Karat dan Ukuran Batu - Bagi anda para pecinta batu mulia, mendapatkan batu yang di idamkan menjadi salah satu kebanggaan tersendiri. Ketika mendapatkan batu yang sesuai dengan yang ada dalam bayangan adalah kebahagiaan yang tidak tertandingi. Begitu juga sebaliknya ketika telah membeli batu ternyata batu tersebut tidak seperti yang diharapkan, akan membuat kekecewaan yang mungkin tidak akan pernah terlupakan selamanya.

Salah satu kesalahan yang sering dialami oleh para pembeli batu mulia adalah mereka membeli batu lebih berdasarkan berat karat dari pada ukuran batu permata tersebut. Hal ini perlu sekali untuk diperhatikan, karena sebetulnya antara batu mulia yang satu dengan lainnya walaupun memiliki berat karat yang sama tetapi ukurannya bisa berbeda. Sebagai contoh antara batu berlian dengan batu safir. Ketika anda membayangkan batu berlian dengan berat 1 karat, jangan anda harapkan batu safir seberat 1 karat akan berukuran sama dengan batu berlian. Batu safir dengan berat 1 karat akan berukuran lebih kecil daripada batu berlian dengan berat yang sama.

Hal tersebut diatas memiliki beberapa sebab, sebab pertama adalah perbedaan densitas atau kepadatan antar batu mulai tersebut. Pada batu permata yang memiliki tingkat kepadatan yang tinggi seperti Safir, Ruby, Batu Delima, batu tersebut tentu akan memiliki ukuran yang lebih kecil pada berat yang sama dibandingkan dengan batu-batu yang memiliki kepadatan batu yang rendah seperti berlian, kuarsa, zamrud dan lainnya. 

Alasan kedua adalah cara pemotongan batu permata tersebut berbeda berdasarkan tujuan penjualan batu permata itu. Kita ambil contoh batu berlian dengan batu safir, pada batu berlian tujuan utama batu tersebut adalah keindahan batunya bukan warna batunya. Oleh karena itu para penjual batu berlian akan melakukan pemotongan batu yang bertujuan untuk memaksimalkan keindahan batu berlian itu. Lain hal nya dengan batu safir, tujuan penjualan adalah dari segi warnanya sehingga para penjual akan memaksimalkan pemotongan sehingga batu dapat terpancar penuh kualitas warnanya.

Oleh karena hal diatas, maka berhati-hatilah dalam membeli batu permata. Perhatikanlah ukuran dan berat karat batu, serta apakah batu tersebut keistimewaannya dari segi keindahan atau warnanya. Apabila hal ini dilakukan, maka kemungkinan anda tidak akan kecewa karena tidak salah memilih batu idaman. demikian tips membeli batu mulia berdasar berat karat dan ukuran batu. Semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....

Info Seputar Batu Akik Darah (Bloodstone)

Posted by Unknown 1 komentar
Info Seputar Batu Akik Darah (Bloodstone) - Batu akik darah atau bloodstone termasuk ke dalam jenis batuan kuarsa kalsedon yang bervariasi warna dari opaq sampai translusen. Secara lebih spesifik batu ini termasuk ke dalam jenis batu kuarsa mikrokristalin. Ciri khas batu bloodstone adalah batu ini berwarna hijau tua dengan adanya inklusi berupa tetesan-tetesan berwarna merah seperti darah. Dari inklusi inilah batu ini memiliki nama batu akik darah atau bloodstone.

Warna hijau pada batu aik darah berasal dari inklusi padat klorida. Warna hijaunya tidak merata, sering menunjukkan bagian yang gelap dan bagian yang sedikit transparan yang tercampur secara acak. Warna merah seperti darah yang kemudian melekat menjadi nama batu ini berasal dari inklusi besi yang tersimpan dalam unsur batu tersebut. Inklusi ini juga bervariasi warnanya mulai dari warna merah matang sampai berwarna kecoklatan. Tidak jarang ditemukan inklusi yang berwarna kuning seperti emas, sehingga sering dikelirukan sebagai batuan jasper. Bentuk inklusi warna darah ini pun bervariasi, ada yang berbentuk seperti tetesan-tetesan, ada yang menyeruai garis yang memanjang, ada yang cukup banyak serta ada yang hanya sedikit mengandung inklusi. Namun begitu tampaknya bentuk inklusi yang menyerupai tetesan darah lebih banyak dicari daripada yang berbentuk garis.

Batu akik darah dapat diidentifikasi secara mudah dari tampilan batunya. dari sisi penampilan, warna dasar hijau sampai kebiru-biruan dengan ditemukannya inklusi berwarna merah mejadi bagian khas untuk batu ini. Dari segi kekerasan batunya, batu akik darah ini memiliki tingkat kekerasan 7 menurut skala mohs, sehingga batu ini tergolong batuan yang cukup keras dan tidak mudah tergores permukaannya. Dari susunan kristalnya, batu akik darah terdiri dari silikon dioksida dan memiliki struktur kristal trigonal terdiri dari mikrokristalin agregat. Hal inilah yang sering membuat kekeliruan dengan jasper yang memiliki susunan lebih kasar. 

Diluar negri batu akik darah atau Bloodstone ini banyak ditemukan di negara Brasil,China, Jerman, Madagaskar, australia, India, Amerika, serta Skotlandia. Namun negara Indonesia juga menghasilkan batu ini seperti di Purbalingga. Konon ada yang mengatakan pernah menemukan batuan jenis Bloodstone ini ketika berburu batu di daerah tersebut.

Demikian Info seputar akik darah (bloodstone). Semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....
Buat Email | Copyright of Informasi Seputar Batu Akik.